The King oF Bollywood

Nama Panggilan       :   Shahrukh Khan
Jenis Kelamin           :   Laki-Laki
Tempat, Tgl Lahir   :   New Delhi, India, 02 November 1965

Nama istri                  :   Gauri Khan

Nama Anak – anak  :  Aryaan Khan & Suhana Khan

PROFIL
Minat Shahrukh Khan pada seni peran mulai muncul saat ia kuliah di Mass Communications di Jamia Millia Islamia.
Ia mulai muncul dalam film sekitar tahun 1988 saat membintangi film serial televisi berjudul FAUJI. Sejak saat itu, Shahrukh Khan mulai sering muncul dalam film-film televisi termasuk CIRCUS tahun 1989. Shahrukh Khan mulai membintangi film layar lebar sekitar tahun 1992 dalam film berjudul DEEWANA. Film pertama Shahrukh Khan ini sempat menjadi box office dan melambungkan nama Shahrukh Khan ke jajaran aktor-aktor Bollywood yang diperhitungkan.
Sampai saat ini tak kurang dari 67 film sudah dibintangi aktor ini termasuk KUCH KUCH HOTA HAI, MOHABBATEIN dan RAB NE BANA DI JODI yang sedang dalam produksi. Selain menjadi aktor, Shahrukh Khan juga sering kali menjadi sutradara, penyanyi, dan Stunt Director.    Shahrukh Khan bukan sekedar aktor atau sutradara. Ia sudah menjadi legenda film Bollywood.  Sampai saat ini saja tak kurang dari 59 penghargaan sudah diraihnya termasuk dari Filmfare Award, Star Screen Award, International Indian Film Academy Award, Zee Cine Award, Bollywood Movie Award, Global Indian Film Award, dan Apsara Film & Television Producers Guild Award.

Filmography
My Name Is Khan as Rizvan Khan (2010)
Dulha Mil Gaya (2010)
Ra.one (2010)
Main Aur Mrs Khanna (2009)
Kal Kissne Dekha as special appearance (2009)
Billu Barber (2009)
Happy New Year (2009)
Rab Ne Bana Di Jodi (2008)
Shaurya as (voice) (2008)
Om Shanti Om as Om Kapoor (2007)
Heyy Babyy as Raj Malhotra (2007)
Chak De India as Kabir Khan (2007)
I See You (2006)
Don as Don/Vijay (2006)
Kabhi Alvida Naa Kehna as Dev Saran (2006)
Alag: He Is Different…. He Is Aloneas… Special Appearance – Song (2006)
Paheli as Kishanlal/Ghost (2005)
Silsiilay as Sutradhar (2005)
Bhootnath as (2005)
Kaal as Special Appearance (Song) (2005)
Kuchh Meetha Ho Jaye as Himself (2005)
Swades as Mohan Bhargav (2004)
Veer-zaara as Veer Pratap Singh (2004)
Main Hoon Na as Maj. Ram Prasad Sharma (2004)
Yeh Lamhe Judaai Ke as Dushant (2004)
Desam as Mohan Bhargav (2004)
Kal Ho Naa Ho as Aman Mathur (as Shah Rukh Khan) (2003)
Chalte Chalte as Raj Mathur (2003)
Larger Than Life as Himself (2003)
Saathiya as Yeshwant Rao (Special Apperance) (2002)
Shakti: The Power as Jaisingh (Drifter) (2002)
Devdas as Devdas Mukherjee (2002)
Hum Tumhare Hain Sanam as Gopal (2002)
Kabhi Khushi Kabhie Ghamas… Rahul Raichand (as Shah Rukh Khan) (2001)
One 2 Ka 4 as Arun Verma (2001)
Gaja Gamini as Shahrukh (Special Appearance) (2000)
Har Dil Jo Pyar Karega as Rahul (Special Appearence) (as Shah Rukh Khan) (2000)
Josh as Max (2000)
Hey Ram as Amjad Ali Khan (2000)
Phir Bhi Dil Hai Hindustani as Ajay Bakshi (2000)
Baadshah as Raj ‘Baadshah’ (1999)
Kuch Kuch Hota Hai as Rahul Khanna (1999)
Dil Seas as Amarkanth Varma (1998)
Achanak as Himself (1998)
Duplicate as Bablu Chaudhary/Manu Dada (as Shah Rukh Khan) (1998)
Dil To Pagal Hai as Rahul (1997)
Pardes as Arjun Saagar (1997)
Yes Boss as Rahul (1997)
Koyla as Shanker (as Shah Rukh Khan) (1997)
Gudgudee as Special Appearance (1997)
Dushman Duniya Ka as Badru (Rickshaw driver) (1996)
Chaahat as Roop Singh Rathod (as Shah Rukh Khan) (1996)
Army as Arjun (1996)
Dilwale Dulhania Le Jayenge as Raj Malhotra (as Shah Rukh Khan) (1995)
Guddu as Guddu Bahadur (1995)
Zamaana Deewana as Rahul Malhotra (as Shah Rukh Khan) (1995)
Ram Jaane as Ram Jaane (as Shah Rukh Khan) (1995)
Oh Darling Yeh Hai India as Hero (1995)
Trimurti as Romi Singh/Bholey (1995)
Karan Arjun as Arjun Singh (1995)
Anjaam as Vijay Agnihotri (1994)
Darr as Rahul Mehra (as Shah Rukh Khan) (1993)
Baazigar as Ajay Sharma/Vicky Malhotra (as Shah Rukh Khan) (1993)
Pehla Nasha as Himself (1993)
Maya as Lalit (1993)
King Uncle as Anil Bansal (1993)
Kabhi Haan Kabhi Naa as Sunil (as Shah Rukh Khan) (1993)
Dil Aashna Hai as Karan D. Singh (as Shah Rukh Khan) (1992)
Chamatkar as Sunder Srivastava (1992)
Deewana as Raja Sahai (as Shah Rukh Khan) (1992)
Raju Ban Gaya Gentleman as Raj “Raju” Mathur 1992

Producer
Phir Bhi Dil Hai Hindustani (2000)
Asoka (2001)
Chalte Chalte (2003)
Main Hoon Na (2004)
Kaal (2005)
Paheli (2005)
Om Shanti Om (2007)
Billu (2009)
Ra.One (2011)

Playback singer
Main to hoon Pagal – Baadshah (1999)
Apun Bola – Josh (2000)
Khaike Paan Banaraswala – Don – The Chase Begins Again (2006)
Ek Hockey Doongi Rakhke – Chak De India (2007)
Sattar Minute – Chak De India (2007)

Stunts director
Kuch Kuch Hota Hai (1998)
Main Hoon Na (2004)
Kabhi Alvida Naa Kehna (2006)
Chak De India (2007)
Om Shanti Om (2007)

Television appearances
Dil Dariya (1988)
Fauji (1988) … Abhimanyu Rai
Doosra Keval (1989)
Circus (1989)
In Which Annie Gives It Those Ones (1989)
Idiot (1991) … Pawan Raghujan
Kareena Kareena (2004) … Special appearance
Rendezvous with Simi Garewal…..Guest
Koffee with Karan (2004–2007) … Guest (3 episodes)
Kaun Banega Crorepati (2007) … Host
Jjhoom India (2007) … Guest
Nach Baliye (2008) …. Guest
Kya Aap Paanchvi Pass Se Tez Hain? (2008)  …. Host
Oye! It’s Friday! (2009)  … Guest
Tere Mere Beach Mein (2009)  … Guest
Friday Night with Jonathan Ross (2010)  … Guest

sumber

 

Kebun Binatang Surabaya

Pemerintah akhirnya turun tangan untuk mengatasi kematian beruntun yang menimpa sedikitnya 26 hewan koleksi di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memutuskan secara resmi mencabut izin pengelolaan Lembaga Konservasi KBS. Pengelola KBS dinilai bertanggungjawab atas kematian hewan-hewan yang seharusnya dilindungi dan dilestarikan tersebut. Karena itu, pencabutan izin dinilai langkah yang tepat untuk menghentikan rentetan kematian satwa KBS.

“Mereka (pengelola, Red) harus bertanggungjawab karena hewan itu dititipkan di lembaga jadi bukan milik mereka,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan dihubungi Jawa Pos di Jakarta tadi malam.

Zulkifli mengatakan, sejak 2008 Kemenhut telah menerima sejumlah laporan bahwa satwa KBS kerap mati tanpa sebab yang jelas. Puncaknya, terjadi pada periode Februari-Agustus tahun ini ketika jumlah kematian hewan terus tumbuh menjadi 26 ekor. Padahal, sebelumnya pengelola berjanji akan melakukan langkah perbaikan sesegera mungkin. “Tapi karena tidak ada perubahan yang signifikan maka diputuskan cabut KBS. Bahkan kalau mau jujur laporan kematian satwa sejak beberapa tahun ini ada ratusan,” kata menteri dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Pencabutan izin itu, kata Zulkifli, karena manajemen yang mengelola kebun binatang dinilai tidak memenuhi standar pengelolaan konservasi. Menhut mengatakan, pencabutan dilakukan setelah pihaknya melakukan pengawasan terhadap pengelolaannya sejak 2008. “Ya begini ini kalau pengelolanya bertengkar terus, satwa yang jadi korban dan itu sangat mengecewakan karena satwa itu dilindungi,” ujar dia dengan nada tinggi.

Berdasar data Perkumpulan Taman Flora dan Satwa Surabaya (PTFSS) yang masuk ke meja Menhut rincian hewan yang mati itu adalah 21 ekor aves, dua ekor reptil, satu ekor cheetah, satu ekor harimau, dan satu ekor singa. Sebelumnya, manajemen juga dinilai bertanggung jawab atas kematian 689 ekor hewan yang terdiri dari 153 mamalia, 193 aves, 113 reptil, dan 230 ikan. Pemerintah, saat ini membentuk tim pengelola sementara di samping tetap merespons secara cepat atas pengelolaan KBS ini ke depannya.

“Pengelolaan tetap dijalankan dan pengawasan di bawah ketua tim yakni Sekjen Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia juga harus ditingkatkan.” Kata Zulkifli. Tim pengelola sementara terdiri atas Kemenhut dan Gubernur Jawa Timur sebagai tim pengarah, Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia, dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).

Menhut menegaskan tim pengelola sementara akan mengelola administratif kantor, sarana pelayanan pengunjung, pemeliharaan satwa, dan pengamanan fasilitas. “Tim ini punya tugas juga melapor ke Dirjen PHKA (Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Red) atas pengelolaannya setiap 3 bulan sekali,” kata Zulkifli.

Dia mengatakan, pada verifikasi terakhir disebutkan kebutuhan dana sementara untuk mengoptimalkan kinerja KBS adalah sebesar Rp 30 miliar. Dana itu nantinya akan dialokasikan secara tanggung renteng dari anggaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Selain itu, kata Menhut, sudah ada sejumlah dermawan yang bersedia mendonorkan dana hibah agar pengelolaan KBS terus berjalan. Tak sedikit, kata dia, pengusaha yang memiliki perhatian terhadap kelangsungan hidup satwa-satwa tersebut.

sumber

Kue Pengantin & Kisahnya

Kue pengantin menjadi salah satu pemanis pesta pernikahan. Tradisi kue ini sudah dimulai sejak zaman Romawi Kuno, di mana pada zaman itu kue tidak disajikan untuk disantap, melainkan untuk dihancurkan lalu dilemparkan ke pada tubuh kedua mempelai pengantin.

Masyarakat Romawi Kuno pada awalnya memecahkan roti di atas kepala pengantin wanita. Tradisi ini merupakan sebuah pengharapan, di mana bahan-bahan dari kue pengantin, seperti gandum, tepung, dan butiran padi merupakan simbol dari harapan kesuburan bagi pengantin dan pasangannya.

Berbeda dengan di Inggris, di mana sekitar abad pertengahan memiliki tradisi para tamu diharuskan membawa kue sebagai hadiah untuk pengantin. Kue yang dibawa oleh para tamu tersebut nantinya ditumbuk sehingga membentuk pilar.Di jaman itu dipercaya bahwa semakin tinggi kue yang terbentuk, maka pasangan yang menikah dan berciuman di depan kue tersebut akan memiliki hidup yang baik juga makmur.

 Kue-Pengantin-dan-Kisahnya

Tradisi memakai cake topper pada kue pengantin diawali oleh seorang koki pada jaman Raja Charles II. Sang koki membuat sebuah kue pengantin yang tinggi lalu meletakkan miniatur pasangan pengantin dia atas kue tersebut.

Tradisi kue pengantin lainnya ialah pemotongan kue bersama oleh kedua mempelai. Kegiatan ini menyimbolkan kebersamaan pasangan tersebut dalam berbagai kehidupan. Seterusnya, kedua mempelai akan saling menyuapi kue sebagai simbol bahwa mereka akan makan bersama untuk pertama kalinya. Dan membagikan potongan kue pada para tamu, sebagai simbol kedua mempelai membagikan kebahagiannya pada semua orang.

Kue-Pengantin-dan-Kisahnya

Kue pengantin semakin modern seiring berkembangnya jaman. Jika dulu, kue hanya menggunakan warna putih, kini kue dapat disesuaikan warnanya dengan tema pernikahan. Kue bisa berwarna merah, biru, coklat, bermotif polkadot, bahkan bertingkat-tingkat. Dan satu lagi, kue tidak hanya berbentuk kue persegi ataupun bulat, kini Anda bisa menemui cupcake atau muffin yang dijadikan kue pengantin.

sumber

Uniknya Pasar Terapung Banjarmasin

 

Jika berunjung ke kota Banjarmasin, kota yang dikenal sebagai kota seribu sungai ini jangan sampai terlewatkan ke pasar terapung, pasar yang telah telah mendunia. Pasar terapung ini berada di kota Banjarmasin,Kalimantan Selatan tepatnya di muara sungai martapura – barito. Kenapa disebut terapung? ….. mungkin udah pada tahu semualah, para pedagang di pasar ini menawarkan barang dagangannya menggunakan jukung (sebutan perahu khas banjar) , dan begitu pula bagi yang mau beli juga harus menggunakan jukung untuk membeli. Unik khan?….

Dan yang lebih unik lagi, pasar ini aktivitasnya dimulai dari pukul 3.30 WITA sampai matahari udah mulai muncul sekitar 6.30 WITA.  DI pasar ini kita bisa membeli barang2 layaknya di pasar kebanyakan seperti sayuran, buahan, wadai (makanan2 kecil dlm bahasa banjar),sarapan pagi, dan mungkin juga beli lauk pauk (tapi kemaren gw gak ngeliat). Dan tenang, ketika di pasar terapung tersebut kita akan didatangi oleh penjual2nya alias didekati oleh jukung2 tersebut sambil menawari barang dagangannya..dan tentunya juga ada kebanyakan dengan bahasa banjar dan dialek banjar yg juga khas…..

Untuk mencapai pasar ini tidak begitu susah kok karena pasarnya berada di kota. Dari kota kita hanya cukup pergi ke daerah Kuin, tepatnya ke dermaga2 kecil jukung, parkir2 untuk mobil sudah tersedia juga. Menuju kuin bisa dengan Taxi ato mobil pribadi. Dan dari dermaga jukung2 tersebut bisa pesan/carter jukung ke pasarnya sekitar 60000/jukung. Kemudian kita akan diajak menelusuri sungai martapura menuju ke hulu yang bermuara di sungai Barito. dan sepanjang sungai martapura kita juga bakal dapat melihat aktivitas2 yang unik juga seperti mandi( ada pertunjukan yang mengarah ke setengah bugil disini…wekekekeke.., cuci, buang sampah(weiksss).

O iya, untuk lebih merasakan keunikan pasarnya lagi, kita juga bisa menikmati sarapan pagi terapung. Yup, disana juga tersedia warung Soto Banjar terapung, kita cukup mendekati warung terapung tersebut, yup tetap diatas jukung yang agak gedean tentunya. Dan setelah dekat kita cukup naik ke jukung warung tersebut dan pesan dach. Dan jukung kita bakal parkir disebelahnya…..hmmm yummy sekali….

 

sumber

Objektifnya hasil dengan melibatkan siswa sebagai penilai kinerja guru

Penilaian kinerja merupakan salah satu bagian penting dari proses manajeman kinerja (Syafaruddin,2002:17). Dalam Manajemen kinerja guru, Penilaian kinerja merupakan bagian yang harus dilaksanakan. penilaian kinerja guru biasanya dilakukan atau dinilai (appraisor) oleh atasan,yaitu pengawas sekolah dan kepala sekolah. Penilaian kinerja guru lebih bertujuan untuk mengukur kompetensi guru dalam melakukan proses belajar mengajar. Dilakukan dalam jangka waktu 1 tahun sekali, dilaksanakan tiap akhir tahun oleh kepala sekolah dan diteruskan ke pengawas sekolah. Penilaiannnya dalam bentuk DP3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerja)
Penilaian kinerja guru yang dilakukan oleh atasan, menurut saya masih kurang objektif karena atasan tidak dapat merasakan secara langsung hasil dari kerja guru.Seharusnya penilaian kinerja guru diimbangi dengan mengikutsertakan pihak yang langsung merasakan hasil dari kerja guru,dalam hal ini adalah siswa (murid). Jadi, akan lebih baik apabila siswa dilibatkan sebagai penilai (appraisor) kinerja guru, sehingga sesuai teoritisnya yaitu costumer (siswa/murid) juga salah satu yang dilibatkan dalam proses penilaian. Dengan dilibatkannya siswa sebagai penilai (appraisor) maka penilaian kinerja terhadap guru dapat dilihat dari dua belah sisi yang mempunyai perspektif berbeda.
Dilihat dari proses penilaian, apabila atasan yang menilai kinerja guru, maka lebih melihat dari kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran dan kerjasama saja., Sedangkan apabila siswa juga dilibatkan maka siswa dapat menilai dari performance guru dikelas secara langsung dilihat dari sikap dan sifat, kemampuan, motivasi dan cara mengajarnya kepada murid dikelas.
Proses penilaian kinerja guru oleh siswa menurut saya bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu : Pertama, memberikan angket kepada siswa/murid yang berisi tentang kinerja guru didalam kelas. atau Kedua, melakukan interview(wawancara) kepada siswa , dimana harus ada yang menjadi fasilitator siswa dalam melakukan interview, disini yang lebih berhak menjadi fasilitatornya adalah guru bagian konseling di sekolah. Penilaian oleh siswa bisa dilakukan dalam kurun waktu 1 tahun sekali dan dilaksanakan setiap akhir tahun ajaran yaitu pada sekitar bulan Juni sampai Juli.
Penghargaan yang diterima guru atas kinerjanya yang dinilai oleh atasan dan siswa yaitu berupa reward dan punishment. Reward yang diterima guru yaitu berbentuk kenaikan pangkat yang akan berdampak pula pada kenaikan gaji dan tunjangan dan akan ditambah lagi dari sisi kebanggan guru karena telah berhasil dalam proses belajar mengajar kepada siswanya sedangkan punishmentnya lebih kepada penundaan kenaikan pangkat dan adanya rasa bersalah dan tekanan batin dari guru karena hasil penilaian siswa yang tidak memuaskan yang dapat menunjukkan kinerja guru didalam kelas tidak efektif
Jadi sangat diharapkan sekali kepada setiap sekolah untuk melibatkan anak didiknya dalam melakukan penilaian kinerja terhadap guru agar dapat menghasilkan guru yang lebih berkualitas karena guru dapat melihat dirinya dari sisi perspektif siswa.

sumber

BUNGA SAKURA

Sakura merupakan bunga yang sangat dicintai dan dibanggakan oleh masyarakat Jepun. Ia menjadi simbol nasional bangsa ini. Para pejabat Pemerintah dan diplomat Jepun, misalnya, sering menggunakan lambang sakura sebagai “lapel pin” pada baju mereka. Bunga sakura juga menjadi moto yang muncul dalam berbagai kerajinan khas Jepun, misalnya pada kimono, yukata, kipas, cangkir, dan lain-lain.

Bunga sakura berwarna merah muda, sangat muda sehingga ia tampak agak putih dari kejauhan. Bunga ini mempunyai lima kelopak dan sangat kecil, sehingga susah untuk menikmati keindahannya secara individual. Keindahan sakura terletak pada jumlahnya bunga yang sangat banyak memenuhi batang pohon, dan mekar bersama.

Seperti bunga tulip, mekarnya sakura juga menandakan awal musim baru di Jepun. Di Tokyo terdapat beberapa tempat untuk melihat sakura pada awal musim baru. Antara yang paling popular adalah di sekeliling Istana Raja, Imperial Park, yang dikelilingi dengan danau buatan yang indah iaitu “Hanzo-bori”.

Cabang-cabang pohon sakura yang sarat dengan bunga menjuntai dan menjulur ke atas air di tepi danau, menimbulkan bayang-bayang yang indah. Dari jendela kamar di Palace Hotel, pemandangan Imperial Park yang sangat indah pada musim sakura dapat dilihat. Di bawah-bawah pohon sakura biasanya muncul bunga-bunga kecil berwarna kuning yang menambah kecantikan suasana.

Tempat lain untuk melihat sakura adalah di “Taman Ueno”, tidak jauh dari stadium kereta “Ueno”. Di Imperial Park pengunjung tidak boleh  membentang tikar untuk berkelah dan makan, di “Ueno” hampir semua pengunjung datang untuk berkelah. Selain itu terdapat juga banyak kedai 7-Eleven atau kedai-kedai kecil di sekitar “Ueno” untuk membeli “o-bento” (makanan dalam kotak) untuk dibawa makan di “Ueno”.

Hampir semua orang Jepun tidak melepaskan kesempatan setahun sekali berkelah di bawah naungan sakura. Orang Jepun menyebut kegiatan ini sebagai “hana-mi” (menonton bunga). Sekalipun bunga sakura sudah mulai mekar pada akhir Mei, biasanya pada minggu kedua April diadakan  festival sakura yang bererti tumpah-ruahnya masyarakat ke tempat-tempat bunga sakura.

Ada pula tradisi di kalangan para petani Jepun, iaitu melakukan upacara minum “sake” (arak nasi) di bawah naungan kanopi bunga sakura. Upacara ini diharap akan menghasilkan hasil tuaian yang baik pada tahun seterusnya. Orang Jepun juga percaya bahawa pohon sakura adalah pagar antara Tuhan dan manusia. Karana itu, melakukan “hana-mi” merupakan ritual keagamaan. Yang jelas, ketika menyaksikan keindahan sakura, orang tidak mungkin mengabaikan keagungan Tuhan.

Pada tahun 1912, kerajaan Tokyo menghadiahkan 3.000 pohon sakura kepada kerajaan Washington DC untuk ditanam di ibu kota Amerika Syarikat sebagai lambang persahabatan Amerika-Jepun. Orang Amerika menamakan sakura sebagai “cherry blossom”. Pohon sakura ini kemudian ditanam di sepanjang sisi utara Sungai Potomac, khususnya di Taman Potomac, Barat.

Pada awal musim baru di Washington DC selalu diadakan perayaan Japanese Cherry Blossom. Tahun ini peringatan ke-40 (sejak diadakan perayaan yang pertama pada 1961) akan diadakan pada 31 Mei 2001. Selama sehari penuh diadakan “parade”, “bazaar”, dan berbagai acara kebudayaan lain. “Bazaar” disebut ‘Sakura Matsuri’ diadakan di 12th Street, antara Constitution Avenue dan Pennsylvania Avenue.

Setelah menonton parade pada pagi hari, sekitar 50 ribu pengunjung akan membanjiri “bazaar” yang kebiasaanya merupakan waktu membeli makanan dan di samping juga merupakan tempat diadakan berbagai atraksi seni-budaya. Selama musim bunga sakura, pengungjung yang datang di antara sekitar 700 ribu di Washington DC khusus untuk menikmati keindahan bunga-bunga sakura.

Pada 1968, Jepun menghadiahkan lagi 3800 batang pohon sakura kepada kota Washington DC. Lucunya, ketika beberapa taman sakura di Jepun terkena bencana banjir, para botanik Jepun telah datang ke Washington DC untuk mengambil pohon sakura jenis Yoshino yang memang khas itu. Sekarang, sakura tidak hanya tumbuh di Washington DC, tetapi telah tersebar ke berbagai negara selain Amerika Syarikat. Di Central Park, New York, juga banyak terdapat pohon sakura.

Lirik lagu sakura :

sakura/sakura/noyamamo satomo/miwatasu kagiri/kasumi-ka kumo-ka/asahi-ni ni ou/sakura/sakura/hanazakari.

Ertinya:

sakura/sakura/di gunung di desa/sejauh mata memandang/tampak bagaikan gumpalan awan/semerbak harum di pagi hari/sakura/sakura/mekar penuh pesona.

 

sumber

Tahukah Anda: Bunga Tulip, Warisan Kekhilafahan Islam Turki Ustmani

Bunga tulip selalu diidentikkan dengan negara Belanda. Ribuan wisatawan datang ke Belanda hanya untuk mengagumi bunga yang cantik dan berwarna cerah ini, yang banyak ditanam di taman-taman negara Kincir Angin itu. Kota Keukenhof di Belanda, setiap tahunnya bahkan dikunjungi sekitar 800.000 orang dari seluruh dunia yang ingin menyaksikan keindahan aneka bunga tulip dalam Festival Tulip yang diselenggarakan setiap tahun di kota itu. Tak heran masih banyak orang yang beranggapan bahwa bunga tulip adalah bunga asli dari Belanda.

Bunga tulip sebenarnya bukan bunga asli Belanda, karena sebenarnya bunga ini berasal dari Asia Tengah dan Belanda sebenarnya berhutang budi pada kekhalifahan Islam Ustmaniyah di Turki, karena atas peran kekhilafahan Islam inilah Belanda sekarang jadi terkenal karena bunga tulipnya.

Bunga tulip sebenarnya bunga liar yang tumbuh di kawasan Asia Tengah. Orang-orang Turki yang pertama kali membudidayakan bunga ini pada di awal tahun 1000-an dan pada masa pemerintahan kekhalifahan Ustmaniyah, terutama pada masa kekuasaan Sultan Ahmed III (1703-1730) bunga tulip berperan penting, sehingga masa Sultan Ahmed III disebut juga sebagai “Era Bunga Tulip.”

Pada masa itu, istana Sultan memiliki sebuah dewan khusus untuk membudidayakan bunga-bunga tulip. Dewan itu dipimpin oleh seorang Turki yang juga kepala perangkai bunga istana yang tugasnya memberikan penilaian pada kualitas berbagai jenis bunga tulip dan memberikan nama yang indah dan puitis bagi bunga-bunga itu antara lain dengan nama  “Those that burn the heart”, “Matchless Pearl”, “Rose of colored Glass”, “Increaser of Joy”, “Big Scarlet”, “Star of Felicity”, “Diamond Envy”, or “Light of the Mind”.

Hanya bunga-bunga yang memiliki kualitas sempurna yang dimasukkan dalam daftar jenis-jenis bunga tulip itu, yaitu bunga tulip yang memenuhi standar dari ukuran tinggi dan kerampingan kelopak bunganya, bentuk helaian kelopaknya lancip dan jarak antar helaiannya sempit. Helaian kelopaknya harus halus tapi kuat, satu warna, ukuran lebar dan panjangnya pas. Tiga ratus tahun kemudian, komunitas holtikultura Belanda dan Inggris mengajukan baru memikirkan untuk melakukan klasifikasi bunga tulip yang sudah dilakukan jauh sebelumnya oleh ahli perangkai bunga Turki di kesultanan Ahmed III.

Bunga tulip baru dikenal di Belanda pada abad ke-16 dan menjadi sangat populer di kalangan masyarakat kelas atas di negeri itu. Kata “tulip” sendiri berasal dari bahasa Turki yang artinya “sorban”, semacam kain yang dililit untuk menutupi kepala. Tidak diketahui kapan persisnya negara Kincir Angin itu mulai membudidayakan bunga tulip itu, tapi disebut-sebut bunga tulip mulai dibawa ke Belanda pada sekitar tahun 1550-an oleh kapal-kapal yang berasal dari Istanbul.

Dokumentasi pertama tentang penanaman bunga tulip bertahun 1954 di Kebun Raya Universitas Leiden. Menurut catatan itu, bunga tulip yang ditanam di kebun raya universitas Leiden dibawa oleh Carolus Clusius dari Wina, Austria, penanggungjawab taman istana di Austria. Ketika itu, pengaruh budaya Turki sangat kuat di Austria terutama dari gaya berpakaian yang oriental dan tradisi minum kopi.

Memasuki abad ke-17, perekonomian Belanda tumbuh pesat dan memicu persaingan antara pecinta bunga tulip. Mereka berlomba-lomba mencari bunga tulip yang paling indah dan tidak segan-segan membayar dengan harga mahal untuk membeli bunga tulip itu. Harga bunga tulip di Belanda pun makin mahal, bahkan kabarnya ada jenis bunga tulip yang harganya sama dengan harga sebuah rumah. Tahun 1635, satu set bunga tulip yang berjumlah 40 tangkai dijual dengan harga 100.000 florin, bandingkan dengan pendapatan kalangan kelas menengah pada masa itu di Belanda yang hanya 150 florin.

Tahun 1636, usaha bunga tulip menjadi salah satu bisnis yang perdagangan yang masuk dalam bursa saham dan diminati banyak orang. Kalangan pengusaha rela menjual tanah, rumah dan harta bendanya untuk berinvestasi di bisnis bungan tulip. Jenis bunga tulip yang sangat terkenal saat itu adalah jenis tulip yang bernama Viceroy, yang harganya bisa ribuan florin. Belanda menyebut fenomena “demam tulip” ini sebagai fenomena “wind trade” (perdagangan kontrak tulip) yang murni dilakukan dengan spekulasi. Ironisnya, masa keemasan bisnis bunga tulip di Belanda hanya berlangsung setahun, karena pada tahun 1637 pasar bunga tulip jatuh dan harga bunga tulip ikut melorot.

Sampai hari ini, istilah “tulip mania” atau “tulipomania” atau “kegilaan tulip” masih digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan goncangnya perekonomian karena munculnya spekulan terhadap sesuatu trend bisnis yang sifatnya untung-untungan. Meski cerita di balik “tulip mania” ini sedikit memalukan, tapi Belanda tetap mencintai tulip dan banyak orang yang tak ingat bahwa tulip-tulip yang indah dan cantik itu hasil budidaya dari jaman kekhilafahan Islam Turki Utsmani. (ln/isc)

sumber

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.