Objektifnya hasil dengan melibatkan siswa sebagai penilai kinerja guru

Penilaian kinerja merupakan salah satu bagian penting dari proses manajeman kinerja (Syafaruddin,2002:17). Dalam Manajemen kinerja guru, Penilaian kinerja merupakan bagian yang harus dilaksanakan. penilaian kinerja guru biasanya dilakukan atau dinilai (appraisor) oleh atasan,yaitu pengawas sekolah dan kepala sekolah. Penilaian kinerja guru lebih bertujuan untuk mengukur kompetensi guru dalam melakukan proses belajar mengajar. Dilakukan dalam jangka waktu 1 tahun sekali, dilaksanakan tiap akhir tahun oleh kepala sekolah dan diteruskan ke pengawas sekolah. Penilaiannnya dalam bentuk DP3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerja)
Penilaian kinerja guru yang dilakukan oleh atasan, menurut saya masih kurang objektif karena atasan tidak dapat merasakan secara langsung hasil dari kerja guru.Seharusnya penilaian kinerja guru diimbangi dengan mengikutsertakan pihak yang langsung merasakan hasil dari kerja guru,dalam hal ini adalah siswa (murid). Jadi, akan lebih baik apabila siswa dilibatkan sebagai penilai (appraisor) kinerja guru, sehingga sesuai teoritisnya yaitu costumer (siswa/murid) juga salah satu yang dilibatkan dalam proses penilaian. Dengan dilibatkannya siswa sebagai penilai (appraisor) maka penilaian kinerja terhadap guru dapat dilihat dari dua belah sisi yang mempunyai perspektif berbeda.
Dilihat dari proses penilaian, apabila atasan yang menilai kinerja guru, maka lebih melihat dari kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran dan kerjasama saja., Sedangkan apabila siswa juga dilibatkan maka siswa dapat menilai dari performance guru dikelas secara langsung dilihat dari sikap dan sifat, kemampuan, motivasi dan cara mengajarnya kepada murid dikelas.
Proses penilaian kinerja guru oleh siswa menurut saya bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu : Pertama, memberikan angket kepada siswa/murid yang berisi tentang kinerja guru didalam kelas. atau Kedua, melakukan interview(wawancara) kepada siswa , dimana harus ada yang menjadi fasilitator siswa dalam melakukan interview, disini yang lebih berhak menjadi fasilitatornya adalah guru bagian konseling di sekolah. Penilaian oleh siswa bisa dilakukan dalam kurun waktu 1 tahun sekali dan dilaksanakan setiap akhir tahun ajaran yaitu pada sekitar bulan Juni sampai Juli.
Penghargaan yang diterima guru atas kinerjanya yang dinilai oleh atasan dan siswa yaitu berupa reward dan punishment. Reward yang diterima guru yaitu berbentuk kenaikan pangkat yang akan berdampak pula pada kenaikan gaji dan tunjangan dan akan ditambah lagi dari sisi kebanggan guru karena telah berhasil dalam proses belajar mengajar kepada siswanya sedangkan punishmentnya lebih kepada penundaan kenaikan pangkat dan adanya rasa bersalah dan tekanan batin dari guru karena hasil penilaian siswa yang tidak memuaskan yang dapat menunjukkan kinerja guru didalam kelas tidak efektif
Jadi sangat diharapkan sekali kepada setiap sekolah untuk melibatkan anak didiknya dalam melakukan penilaian kinerja terhadap guru agar dapat menghasilkan guru yang lebih berkualitas karena guru dapat melihat dirinya dari sisi perspektif siswa.

sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: